Cek Sekarang Juga! Bantuan Paket Data Sudah Di Bagikan

Abdul Wahid Hasyim sudah mulai membagikan bantuan kuota internet kepada dosen, guru, mahasiswa dan pelajar, bantuan kuota terbesar bisa mencapai 15 GB. Bantuan paket data ini ditujukan untuk memudahkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan bahwa bantuan paket data sudah dicairkan beberapa kali saat pandemi ini.  Meskipun begitu jumlah bantuan paket data yang diterima bervariasi untuk setiap ketegori penerima.

Bantuan ini ditujukan kepada guru dan siswa dari Roudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MT).

 

Baca juga: BLT BPJS 2021 Kapan Cair, Cek sso.bpjsketenagakerjaan.go.id dapatkan Rp1,2 Jt

 

mahasiswa sekolah agama Islam (UIN / IAIN / STAIN), serta siswa dan guru Fakultas Agama Islam di perguruan tinggi umum, mendapatkan dukungan biaya internet untuk PJJ.

Berikut rincian data internet atau paket bantuan kuota yang di distribusikan Abdul Wahid Hasyim untuk pelaksanaan PYY:

– Mahasiswa dari Roudatul Athfal (RA): sebesar 7 GB;

– Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MT) dan Madrasah Aliyah (MA): sebesar 10 GB;

– Guru atau pendidik: sebesar 12 GB;

– Siswa dan guru: sebesar 15 GB.

 

Baca juga: Cek Sekarang BLT PNM Meekar Tahap 3 Cair Rp1,2 Jt

 

Ramdhani berharap bantuan kuota untuk pelaksanaan PYY ini dapat meringankan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Hal utama adalah bahwa biaya internet tidak mengurangi uang yang dihabiskan untuk membeli perlengkapan dapur.

“Kami tidak ingin pendidikan jarak jauh mengurangi biaya memasak siswa dan guru,” kata Ramdhani dalam keterangan tertulisnya.

Persyaratan penerima Bantuan Kuota Internet untuk pelaksanaan PJJ dari Abdul Wahid Hasyim antara lain ponsel penerima yang harus terdaftar di salah satu sistem aplikasi EMIS, SIMPATIKA / SIAGA, aplikasi PTU dan aplikasi Lintas DAI.

 

Baca juga: Bantuan Mahasiswa Rp2,4 Juta, Segera Cek Persyaratannya!

 

Aplikasi Lintas DAI merupakan aplikasi yang sebelumnya mendaftarkan nomor ponsel mahasiswa, mahasiswa, guru dan dosen tanggungan Kementerian Agama.

Bagaimana dengan kalian? Apakah sudah termasuk atau tidak dalam tujuan dukungan kuota internet Kementerian Agama?